Akhirnya Ending itu benar-benar tertebak, akhirnya cerita yang sudah dinikmati selama kurang lebih dua jam hanya menyisakan adegan-adegan yang dramatis, tragis, romantis dan sebagainya. Akhiranya layar tertutup, penonton berdiri, melangkah, berjalan meninggalkan area dan tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
Sepi hanya angin, yang tergambar hanya semburat cahaya rembulan manis di tepian. ketika sebuah malam mempertanyakan kelegaan hati, aku tak mampu menjawab, senyap, seperti sepi yang hanya angin. Perlahan namun pasti. setiap yang melangkah membawa pikiran dan kenangannya masing-masing. seperti sudah terbiasa, sudah terbaca, namun, hanya altar keceriaan terpampang di wajah mereka, juga aku.
Waktu ditanya siapa Pahlawanmu? Dengan lugas dan cepat Aldi pasti bilang Spiderman. Kalau Lukas lain lagi, ia fans berat Naruto, setiap hari Lukas akan nongkrongin acara kartun Jepang itu di depan TV. Beda dengan Aldi dan Lukas yang punya pahlawan jago berkelahi, Elvi menjunjung tinggi Upin-Ipin sebagai Pahlawan. Lho kok Animasi semua dan luar negeri semua, ya?
Disini, Aku akan tinggal. Seperti debu yang mengekal di sudut-sudut punggung dinding yang terpiting sekat tebal. Seperti pasir yang mengaspal jalan-jalan terjal, menahan landai dengan kepal, yang kuyakin pasti kekal. Disini. Aku akan tinggal. Seperti lumut di bawah rumput yang merajut pondasi gempal, menahan embun segar hingga terbias oleh sinar. Di mimpi-mimpimu yang tak selesai, membisik di antara sadar, hingga bingar sekalipun tak kau dengar. Disini, Aku akan tinggal. Pada senja yang mengakar di pagar-pagar langit mekar, tanpa sedikitpun getir tergigit di hatimu yang khawatir. Aku akan tinggal. Disini, Di Kota ini. Sampai hariku selesai. Dengan harapan doa-doamu yang terhantar. @abee_dee
Waktu telah malam, diantara memori-memori indah kita, berterbangan bersama angin, menyentuh daun, menyentuh dahan-dahan rapuh, aku bangkit tiba-tiba, dari rasa yang campur baur, beranjak, udara membungkusku dalam kesiap sunyi. dicela-cela sempit waktu yang membatu, aku menemukan khayalnya, yang telah lama luput sebagai imajinasinya. aku mencintai dia yang lama, yang mengolah kata per kata, dengan parau suara senja, disisi kedalaman bumi atau langit tinggi. maka, kembalikan khayalnya padaku, walau hanya tinggal segumpal debu, karena jiwaku telah kehilangan dia. @larungz
Comments