Sepi hanya angin, yang tergambar hanya semburat cahaya rembulan manis di tepian. ketika sebuah malam mempertanyakan kelegaan hati, aku tak mampu menjawab, senyap, seperti sepi yang hanya angin. Perlahan namun pasti. setiap yang melangkah membawa pikiran dan kenangannya masing-masing. seperti sudah terbiasa, sudah terbaca, namun, hanya altar keceriaan terpampang di wajah mereka, juga aku.
Akhirnya Ending itu benar-benar tertebak, akhirnya cerita yang sudah dinikmati selama kurang lebih dua jam hanya menyisakan adegan-adegan yang dramatis, tragis, romantis dan sebagainya. Akhiranya layar tertutup, penonton berdiri, melangkah, berjalan meninggalkan area dan tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
Senja yang lamat-lamat hilang di telan laut, lalu luput dari sudut cakrawala, sisakan garis langit berhias awan-awan buram, arus samudera seperti menarik surya dengan tali-tali airnya yang menggaram, melebur bersama buih berwarna suram, karam, lalu kelam. kemana ia? "ia menepi, kembali keperaduannya memanggil bintang yang tertidur, dan kumpulan bintang yang tertutup oleh sinar mentari, terbangun membentuk rasi-rasinya membentang langit malam" "ia sembunyi, diantara awan abu-abu sebelum tertelan mulut laut dan memanggil rembulan, juga burung-burung malam yang tersentak oleh angin yang menampar gelap" "ia melenyap, bersama cerita-cerita yang tersirat dan tersurat, merampungkan endapan-endapan yang terangkum untuk menjadi embun, berkamuflase pada setiap pandangan insan yang menangkap gelap, berganti dengan cahaya lampu petromax" "ia meresap, larut bersama senyawa kimiawi dunia, meleburkan malam menjadi keping-keping pengertian hati, terseret senyum ...
Waktu ditanya siapa Pahlawanmu? Dengan lugas dan cepat Aldi pasti bilang Spiderman. Kalau Lukas lain lagi, ia fans berat Naruto, setiap hari Lukas akan nongkrongin acara kartun Jepang itu di depan TV. Beda dengan Aldi dan Lukas yang punya pahlawan jago berkelahi, Elvi menjunjung tinggi Upin-Ipin sebagai Pahlawan. Lho kok Animasi semua dan luar negeri semua, ya?
Pagi itu embun yang membasahi kelopak daun di bibir bumi, ketika kau membuka mata, sinar itu ada, dan hamparan hari bagai taman bunga-bunga mawar, daunnya segar, harumnya sejajar wangi tubuhmu, lalu, dari bibirku, doaku menyambar tulus untukmu.
Comments