Senja yang lamat-lamat hilang di telan laut, lalu luput dari sudut cakrawala, sisakan garis langit berhias awan-awan buram, arus samudera seperti menarik surya dengan tali-tali airnya yang menggaram, melebur bersama buih berwarna suram, karam, lalu kelam. kemana ia? "ia menepi, kembali keperaduannya memanggil bintang yang tertidur, dan kumpulan bintang yang tertutup oleh sinar mentari, terbangun membentuk rasi-rasinya membentang langit malam" "ia sembunyi, diantara awan abu-abu sebelum tertelan mulut laut dan memanggil rembulan, juga burung-burung malam yang tersentak oleh angin yang menampar gelap" "ia melenyap, bersama cerita-cerita yang tersirat dan tersurat, merampungkan endapan-endapan yang terangkum untuk menjadi embun, berkamuflase pada setiap pandangan insan yang menangkap gelap, berganti dengan cahaya lampu petromax" "ia meresap, larut bersama senyawa kimiawi dunia, meleburkan malam menjadi keping-keping pengertian hati, terseret senyum ...
Comments